Rabu, 10 Oktober 2018

Ketua INAPGOC Cemas Venue Mati Listrik Sebelum Jokowi Hadir


Ketua INAPGOC Cemas Venue Mati Listrik Sebelum Jokowi Hadir-Laga angkat berat masih berjalan walau ada persoalan listrik di venue, Rabu (10/10). (Dok. Kemenpora)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saluran listrik di Balai Sudirman yang disebut tempat penyelenggaraan cabang berolahraga angkat berat Asian Beberapa Games 2018 sudah sempat mati mendekati kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Rabu (10/10).

Ketua Indonesia Asian Beberapa Games Organizing Committee [INAPGOC] Raja Sapta Oktohari mengutarakan hal itu selesai Jokowi tuntas melihat perjuangan Nurtati Purba yang turun di kelas 73kg serta Siti Mahmudah di kelas 79 kg.

Lihat ikut: Tampil Menguasai, Tim nasional Indonesia U-19 Ditaklukkan Arab Saudi
"Serta terkadang ada peristiwa di luar pendapat. Barusan ingin ada kunjungan Presiden, tidak diduga mati lampu. Lucunya, 15 menit sebelum presiden hadir, lampunya nyala semua," kata Okto menceritakan.

Okto ikut mengakui sudah sempat terasa cemas bila listrik belum menyala waktu Jokowi datang. Akan tetapi mujur, listrik kembali menyala sebelum Jokowi hadir.

"Ya sudah sempat paniklah," akunya singkat

Joko Widodo melihat laga angkat berat di Asian Beberapa Games didampingi Imam Nahrawi, Moeldoko, serta Raja Okto Saptahari.Joko Widodo melihat laga angkat berat di Asian Beberapa Games didampingi Imam Nahrawi, Moeldoko, serta Raja Sapta Oktohari. (Dok. Kemenpora)
Menurut Okto mati listrik itu bukan karena ada permasalahan dari PLN menjadi penyedia listrik negara. Tetapi ada permasalahan pada saluran listrik di gedung Balai Sudirman.

Apresiasi Penduduk Bertambah

Selain itu Okto ikut menyampaikan apresiasi penduduk pada penyelenggaraan Asian Beberapa Games 2018 telah alami penambahan.

Okto menyebutkan ticket cabang berolahraga popular seperti renang, basket, bulutangkis, serta tenis meja laris terjual. Sedang untuk berolahraga yang memang masih tetap baru seperti angkat berat, goal ball, boccia panitia menggratiskan pemirsa untuk masuk.

Diluar itu ada banyak cabang lainnya yang penyediaan suporternya disadari mesti dimobilisasi seperti catur.

Kompleks GBK tampak sepi pada dua hari penyelenggaraan Asian Beberapa Games 2018.Kompleks GBK tampak sepi pada dua hari penyelenggaraan Asian Beberapa Games 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Karunia Putratama H)
"Tetapi kami terasa saat ini animonya itu makin tinggi. Jadi animonya semakin hari semakin tinggi. Semula kami mencari anak-anak sekolah untuk tonton, saat ini kami bisa sangat banyak keinginan anak sekolah untuk dapat berperan serta," kata Okto.

"Makin sore umumnya ikut [venue] makin penuh. Tempo hari kami harus juga menuturkan pada beberapa orang yang marah-marah sebab kehabisan ticket," paparnya.

Berkaitan penjualan suvenir, Okto menyebutkan peminat selalu banyak yang datang. Toko di lokasi Gelanggang olahraga Bung Karno serta perkampungan atlet di Kemayoran jadi tujuan konsumen.

"Suvenir yang sangat laku tentunya boneka, Momo. Tetapi malah yang dicari bukan Momo yang asli, tetapi yang ukurannya lebih kecil yang bonekanya berada di dalam telur," kata Okto. (TTF/nva)